_~_**assalamualikum**_~__~_**semoga Allah memberi keselamatan**_~_

The JavaScript Source

Free JavaScripts provided
by The JavaScript Source

l




Selamat datang di webku yang sederhana ini.Semoga kalian semua terhibur dengan apa yang aku sajikan ini.
Tuesday, July 25, 2006

Myspace Layouts


created by:zuhri || 11:56 PM


Myspace Layouts
Tnggal 24 juli 2006 pas hari senin begitu sunyi
tak terasa aku dah menginjak umur yang ke ...... thn
tapi aku merasakan kesendirian yang gak pernah padam
sendiri ku melamun
sendiri ku berjalan
sendiri ku berdiri
tiada kekuatan untuk menopang seluruh apa yang aku rasakan
namun tiada arti aku melawan
semua itu sudah ada yang mengatur
aku cuma pasrah dan menjalani apa yag aku jalani
tiada satu katapun yang terucap untukku
apakah aku bodoh?
apakah aku salah?
apakah aku malas?
apakah aku pendiam?
semua itu hanya Dia yang tau..........


created by:zuhri || 11:46 PM
Sunday, April 09, 2006


Gaia, awal 20an, tinggal bersama ibunya, Kinar (40 tahun) di Bandung. Karena terbiasa hidup sendiri, Gaia tumbuh menjadi sosok perempuan muda yang mandiri. Namun latar belakang keluarga, dan masalah-masalah yang kerap ia alami sejak kecil, membuatnya terbiasa menyimpan masalah dan perasaannya sendiri.

Gaia 'dipaksa' menjadi dewasa karena kondisi masa lalu ibunya, Kinar. Proses pendewasaan ibunya sendiri belum selesai, sehingga Gaia kerap kesulitan memahami ibunya. Gaia lebih sering harus mengatasi masalahnya sendiri dan jadi tidak mudah percaya dengan orang lain. Namun dibalik ketegarannya itu, Gaia sebenarnya sangat merindukan kasih sayang yang tulus.

Gaia selalu merasa tak ada yang memahami dirinya, selalu merasa dirinya terbuang dan tidak diinginkan. Hal itulah yang kemudian membuatnya menarik diri dari lingkungannya. Namun hal itu ternyata kemudian memberikan keuntungan tersendiri bagi Gaia. Keberadaannya sebagai 'orang luar' membuat Gaia leluasa untuk mengamati, menyerap, dan mencerna kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya.

Pemahaman itulah yang kemudian ia tuangkan dalam musiknya. Lirik-lirik yang ia tulis, kebanyakan bercerita tentang keresahan, kemarahan, dan keinginannya untuk berontak dari aturan-aturan sosial yang dianggapnya menyebalkan.

Walaupun tidak pernah belajar secara formal, Gaia mempunyai bakat musik yang luar bisa. Ia sangat keras dalam soal prinsip dan idealisme dalam bermusik. Hal ini menyebabkannya sering gonta-ganti band, karena menurutnya orang-orang di bandnya terdahulu tidak memilikii visi yang sama dengannya dalam bermusik.

Tanpa musik, Gaia merasa bukan siapa-siapa. Bagi Gaia, musik berarti lebih dari sebuah penyaluran ekspresi. Hanya saat bermusiklah ia merasa tenang. Hanya di musik lah ia merasa dapat 'bicara'. Dan hanya di musiklah ia merasa dapat menemukan dirinya.


created by:zuhri || 9:37 AM



Awan, 23 tahun, adalah sahabat Aga sejak kecil. Rumahnya yang dulu terletak persis di sebelah padepokan, membuat Awan sudah dianggap seperti anak sendiri oleh keluarga Aga.

Kepribadian Awan dan Aga seperti layaknya bumi dan langit. Dibandingkan dengan Aga yang tertutup dan penyendiri, Awan justru sangat ramah, humoris, santai, dan dapat cepat beradaptasi dengan orang lain. Tapi mungkin, sifat-sifat Awan inilah yang membuat ia dekat sekali dengan Aga. Awan selalu mengagumi Aga. Awan dengan tulus mengagumi beragam kelebihan Aga, dan juga menerima beragam 'keribetan' sahabatnya yang tak terlalu pandai bicara ini. Sedangkan bagi Aga, Awan adalah satu-satunya orang yang bisa mengerti dirinya. Satu-satunya orang yang Aga anggap mempunyai kesamaan visi dalam bermusik.

Sayangnya, setelah lulus SMA, Awan pergi ke Jepang bersama keluarganya yang pindah ke negara itu. Ia terpaksa meninggalkan Aga, dan meninggalkan impian mereka untuk membentuk band bersama-sama.

Tapi impian itu tidak dapat Awan lupakan begitu saja. Setelah beberapa tahun di Jepang, Awan merasa cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri. Ia pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk kembali ke Bandung. Kembali ke kota kelahirannya dengan satu niat yang sangat tulus; untuk menemui Aga, sahabatnya, dan melanjutkan kembali mimpi mereka untuk bermusik bersama.


created by:zuhri || 9:27 AM



Aga, 23 tahun, adalah seorang putra bungsu pengelola padepokan terkenal di Bandung. Ayahnya wafat saat Aga masih kecil, dan meninggalkan padepokan untuk kemudian dikelola oleh Aga dan kakaknya, Sena.

Darah pemusik yang ada dalam keluarganya, membuat Aga mempunyai bakat yang luar biasa. Sebagai seorang lulusan jurusan komputer, Aga lebih sering melakukan eksperimen musik dengan bantuan program komputer dan synthesizer. Musik yang ia ciptakan mempunyai warna yang sangat khas.

Dalam bermusik, Aga tidak sepaham dengan kakaknya, Sena. Hal itu disebabkan oleh keinginan Sena untuk tetap mempertahankan nilai-nilai lama padepokan. Karena alasan itulah, Aga kemudian memutuskan untuk pergi ke Jakarta, untuk mencari band yang mempunyai kesamaan visi dengannya.

Aga begitu mencintai musik. Namun, sifatnya yang penyendiri, tertutup, dan kesulitannya untuk berkomunikasi dengan orang lain membuat Aga sangat sulit menemukan band yang cocok dengannya. Ia cenderung sarkastik dan mudah curiga.

Keinginannya yang paling besar adalah untuk bisa melepaskan diri dari nama besar padepokan. Ia ingin sekali membuktikan kepada orang lain bahwa ia dapat eksis melalui musik yang ia ciptakan sendiri. Memang, sepintas Aga terlihat sangat egois dan berperilaku seolah-seolah tak perlu orang lain.

Aga yang tidak berhasil mendirikan band di Jakarta itu kemudian kembali ke kota kelahirannya. Diam-diam Aga sangat ingin menemukan teman-teman band yang mempunyai rasa cinta yang sama sepertinya dalam hal musik.


created by:zuhri || 9:21 AM



nama Mereka Garasi!
Sebuah band yang lahir dari semangat, dedikasi, dan rasa cinta terhadap musik. Apakah ini sebuah pernyataan yang klise? Tidak juga. Setidaknya bukan untuk kasus band ini.
Semua orang yang ikut terlibat dalam proses musik Garasi akan serta merta sepakat bahwa kekuatan terbesar band ini ada di energi yang menyelimutinya.
Betapa tidak, untuk membentuk band ini saja, diperlukan energi untuk mengaudisi hampir lebih dari 2000 musisi-musisi muda yang tersebar di Jakarta , Bandung dan Jogjakarta . Proses audisi yang dilakukan selama 4 bulan ini diakui sebagai satu kesulitan terbesar dalam keseluruhan persiapan film Garasi. Sebuah proses yang selektif, dan di-supervisi langsung oleh Agung Sentausa dan Mira Lesmana serta music director ternama Indonesia , Andy Ayunir.
''Kita mencari orang-orang yang selain bisa memenuhi karakter di film, juga mempunyai kemampuan di bidang musik. Terkadang kita ketemu yang udah memenuhi semua kriteria karakter, tapi main musiknya kurang oke, atau sebaliknya. Proses audisi ini sempat bikin frustasi juga, kita malah jadi bertanya-tanya, sebenernya orang yang kita cari ini ada gak sih?'' jelas Agung Sentausa sambil tertawa.
Dari sekian banyak peserta audisi, akhirnya dipilihlah Ayu Ratna (vokal dan gitar) Fedi Nuril (keyboard, gitar, dan sound programmer) serta Aries Budiman (sebagai drummer). Terpilihnya mereka, selain merupakan keinginan dari Agung, Mira dan Andy, juga atas kesepakatan mereka sendiri.
''Kami butuh keyakinan dari masing-masing calon personil Garasi, bahwa mereka punya feeling yang bagus tentang satu sama lain. Ini sangat penting untuk kebutuhan chemistry mereka nantinya'' jelas Mira Lesmana
Ketiga personil band Garasi yang sebelumnya tidak pernah bertemu ini, datang dari latar belakang dan aliran musik yang berbeda.
''Saya ingat sekali saat mempertemukan mereka untuk pertama kalinya di tahap audisi. Mereka saling memperkenalkan diri dan kemudian mulai ngobrol tentang musik. Obrolan itu berjalan agak kaku. Terlihat sekali bahwa mereka adalah individual yang sangat berbeda, datang dari latar belakang yang berbeda pula. Walaupun demikian, terasa ada good chemistry diantara mereka'' kenang Andy Ayunir.
Komitmen yang tinggi dan rasa cinta terhadap musik membuat kekakuan itu tidak berlangsung lama. Selera musik yang berbeda-beda dari para personilnya, kemudian malah memperkaya nuansa musik yang mereka ciptakan. Dalam waktu 4 bulan mereka berhasil menciptakan 6 buah lagu. Sebuah prestasi yang luar biasa, mengingat pada waktu itu mereka juga disibukkan dengan pelatihan akting, proses reading, ditambah juga keharusan untuk melakukan pemahaman dan pendalaman karakter-karakter yang akan mereka mainkan di film Garasi.
Dari sinergi proses penciptaan musik Garasi, rasa kagum itupun muncul. Kekaguman terhadap mereka kemudian bertambah, berlipat ganda, ketika mereka akhirnya merampungkan keenam lagu ciptaan mereka.'' Para personil Garasi adalah para pemusik yang luar biasa. Mereka mempunyai kemampuan teknis musik dan kemampuan menciptakan lagu yang tidak dapat diragukan lagi. musik Garasi pure milik mereka,'' tegas Andy Ayunir.
Mereka adalah pemusik-pemusik muda berbakat yang mempunyai keinginan-keinginan sederhana. Keinginan untuk terus bermusik. Di saat yang sama akan terlihat dalam film ini, kehidupan mereka sebagai anak muda biasa yang mengalami berbagai gejolak perasaan di luar musik mereka dan kemudian mempengaruhi musik mereka.
Dengan musiknya, Garasi 'berteriak' tentang keresahan, ketakutan, dan pemberontakan.


created by:zuhri || 8:33 AM
Wednesday, May 18, 2005

Menentukan Harga Proyek Desain Web
oleh : goeroekoe@yahoo.com

Dalam dunia desain (khususnya dunia webdesign) banyak sekali cara menentukan harga sebuah desain yang diterapkan oleh perusahaan jasa desain ataupun
freelance desainer. Ada yang memberikan harga per-paket, ada yang berdasarkan jumlah halaman, ada yang menentukan flat-price, ada pula yang menetukan berdasarkan rate per-jam atau per-hari.
Bagaimana sebuah kerja kreativitas dihargai? Sedemikian sulit-kah menentukan harga sebuah desain? Argumen apakah yang bisa diberikan seorang desainer dalam
menentukan harga sebuah desain? Ini adalah masalah klasik dalam dunia desain, khususnya bagi para freelance desainer.

Perhitungan Harga Penawaran
Berdasarkan obrolan dengan sesama freelance desainer dan juga dari pengalaman,
saya mencoba merumuskan bagaimana memberi harga pada sebuah hasil karya kreatif.
Sebenarnya ini bukan rumus mutlak. Tapi paling tidak merupakan satu cara menentukan harga desain yang kira2 mungkin bisa diterapkan dan “cukup fair” yaitu dengan memakai formula:


HP = HT – (d x HT)


dimana: HT = [ R x W ] + K + M

HP = Harga penawaran sebuah desain atau project desain
HT = Harga total pekerjaan desain
R = Rate per-hari atau per-jam dari seorang desainer dimana 1 hari = 8 jam kerja
W = Estimasi waktu amanya pengerjaan desain/proyek

K = Harga konsep desain

M = Harga material desain.

d = prosentase potongan harga (discount) yang diberikan


Mengapa saya bilang “cukup fair”? Ini disebabkan karena dengan formula ini seorang desainer dituntut untuk bisa memberikan estimasi yang masuk akal dan cukup objektif akan hal2 seperti: seberapa objektif seorang desainer menilai
skill desain dan pengalamannya, berapa lama sebuah pekerjaan bisa diselesaikan, berapa harga sebuah konsep desain atau perlu/tidaknya memberikan potongan harga kepada klien, dsb. Juga dikatakan "cukup fair" karena dengan menerapkan perhitungan ini, kedua belah pihak (desainer dan klien) diharapkan bisa melihat sisi objektif dari sebuah pekerjaan desain. Calon klien tidak
merasa dibohongi dan di sisi lain desainer juga tidak merasa bekerja rodi. :D

Menentukan Variabel2 Formula.
1. Rate (R)
Rate adalah harga perhari atau perjam yang ditentukan pada kemampuan seorang desainer dalam mengerjakan pekerjaan2 desain. Besarnya bergantung pada skill
yang dikuasai, pemahaman konsep desain, pengalaman, portfolio, kredibilitas klien yang pernah ditangani, dsb.

Singkatnya R bergantung pada pengalaman dan jam terbang seorang desainer.
Sebagai contoh seorang desainer yang menguasai seabrek software desain mulai dari Photoshop sampai program 3D tercanggih, memiliki pemahaman konsep desain yang dibuktikan dengan portfolio yang ditunjukkan, pernah bekerja di perusahaan desain terkemuka, berpengalaman menangani klien2 “wah” seperti Nokia, BMW, dsb, bisa dikategorikan sebagai highly priced desainer dengan rate misalnya Rp.
2.000.000/hari. Sementara seorang lulusan sekolah desain yang baru memiliki 2-3 portfolio dari perusahaan2 kecil bisa dikategorikan sebagai pemula dengan rate sekitar Rp. 100.000/hari. Disini, seorang desainer dituntut untuk mampu
mengestimasi “nilai jual” dirinya berdasarkan faktor2 tersebut.


R bisa dihitung perhari ataupun perjam. Mengapa? Beberapa desainer menentukan rate/hari dengan alasan kemudahan perhitungan. Desainer lain menerapkan rate/jam dengan alasan agar lebih gampang menghitung waktu untuk revisi. Sebenarnya ini sama saja. Seperti disebutkan di atas, 1 hari = 8 jam. Sekarang kembali kepada
sang desainer untuk menghitung lamanya pengerjaan sebuah proyek desain dalam hitungan hari (agar lebih sederhana) atau dalam hitungan jam agar lebih detail.

Tetapi ada satu hal lain yang harus dipertimbangkan. Ada kalanya rate/jam sangat sulit diterima oleh klien di Indonesia. Di negara2 maju dimana pekerjaan desain sudah dihargai dengan baik, rate/jam mungkin bisa diterapkan dan diterima oleh calon klien. Ini karena profesi desainer sudah dianggap sejajarkan dengan pekerjaan jasa profesional lain seperti pengacara, dokter, dsb. Akan tetapi bila kita berbicara dalam ruang lingkup lokal, berdasarkan pengalaman saya, rate/jam sangat sulit untuk diterima oleh umumnya klien di Indonesia. Tapi bila seorang
desainer merasa confident untuk menerapkan rate/jam untuk klien di Indonesia, well.. why not? ;)


2. Estimasi Lamanya Pengerjaan (W)
Estimasi lamanya waktu pengerjaan adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan sebuah desain/proyek desain. Berkaitan dengan rate (R), waktu bisa dihitung dalam satuan hari ataupun jam. Sebagai gambaran, jumlah waktu pe


created by:zuhri || 1:32 AM
Tuesday, May 17, 2005

Bledek Biru Targetkan Poin Penuh
Persema Malang akan tetap tampil ofensif sepanjang pertandingan saat menghadapi tuan rumah Petrokimia Putra Gresik dalam pertandingan lanjutan kompetisi Liga Indonesia XI di Gresik, Rabu (18/5) sore nanti.

Pelatih Persema Danurwindo mengatakan kekuatan Petro musim ini tidak jauh beda dengan saat berlaga di kompetisi Divisi I musim 2004. Oleh karena itu, mantan pelatih Pelita KS ini ingin mengulang sukses seperti saat membekuk Petro 3-1 pada pertandingan kompetisi Divisi I tahun 2004 lalu di Malang.

Dia mengaku sudah mengetahui kekuatan Petro dan tidak ada pemain yang patut diwaspadai. Pihaknya optimis dapat meraih poin penuh.”Tapi saya akan tetap menginstruksikan kepada anak-anak untuk bermain disiplin dan terus menjaga pemain Petro,” ujarnya.

Sementara itu pelatih Petrokimia Putra Widodo Cahyono Putra juga mencanangkan tekad untuk meraih angka penuh menghadapi Persema yang kini berada di papan atas klasemen sementara wilayah timur.

Pelatih yang semasa bermain pernah sukses membawa Petro menjuarai LI VIII ini menegaskan seluruh pemainnya dalam kondisi fit dan siap tempur. Ia juga telah menyiapkan strategi khusus untuk menjinakkan tim berjuluk "Bledek Biru" itu.


created by:zuhri || 11:50 PM
Friday, April 29, 2005

Alur yang pendek,cerita yang sekilas tlah kulalui denganmu.Denganmu aku tahu arti menyayangi dan di sayangi,akupun tahu resiko mencintai seseorang,duka dan bahagia pun pernah aku rasakan denganmu.Meskipun singkat aku bangga pernah menjadi orang yang kau sayangi dan cintai.


created by:zuhri || 12:58 AM


kau mengajariku tentang kesabaran,kau mengajariku tentang pengertian,kau mengajariku tentang cinta,kau mengajariku tentang kasih sayang,tapi kenapa kebencian kau ajarkan juga padaku??? kadang ku berfikir dunia ini tak adil bagiku.Hipotesa itulah yang selalu menyertai di tiap sudut akalku.Di saat kau dekat denganku,aku tak menghiraukan dirimu sedikitpun,tp saat jauh ku mengharap lebih darimu.Cintamu itu seperti apa,membawa keindahan tapi tak pernah aku merasakannya,membawa kesejukan tapi tak pernah aku nikmati,hanya satu pintaku tulis indah aksara namaku di hatimu dan kenanglah saat kita masih bersama dulu.Tapi biarlah,toh semua itu sdh mjd pilihan hatimu,ku doakan kau mendapat pengganti yang lebih,lebih dan lebih baik dari diriku...


created by:zuhri || 12:47 AM